Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab

STIBA DUBA

Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Mahasiswa STIBA DUBA Jalankan KPM 2021


Banyuanyar- (11/10) Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa dan Sastra Arab (STIBA) Darul Ulum Banyuanyar adakan acara pelepasan KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) yang ke 2 di tepas pesantren. 

Mahasiswa KPM pada periode kali ini sebanyak 50 orang yang dibagi menjadi 6 posko yaitu, Posko 1 Desa Potoan Daya, Posko 2 Desa Palesanggar, Posko 3 Desa Bulangan Haji, Posko 4 Desa Palengaan Laok, Posko 5 Desa Dasok Pademawu, dan Posko 6 Desa Tampojung Tengah.


Hadir pada acara tersebut pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc. Ketua STIBA, RH. Sholahuddin Syamsul Arifin, MA. para pengelola STIBA, Mahasiswa KPM angkatan ke 2.
"Semua Mahasiswa KPM diharapkan untuk terus menjaga nama baik almamater, karena perbuatan kalian merupakan cerminan dari apa yang telah didapat dari pesantren. Bisa menyelesaikan tugas dengan baik sesuai dengan anjuran dosen pendamping. Mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas, dan tentunya bisa mengembangkan bahasa Arab di luar sana. Ingat, bahwa status kalian masihlah seorang santri, maka peraturan dan larangan pesantren juga berlaku pada Mahasiswa KPM." Dauh RH. Sholahuddin Syamsul Arifin.

"Pada masa KPM kali ini akan banyak memori yang kalian ingat semasa menjadi Guru Tugas, sebab rata rata Mahasiswa KPM merupakan alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar yang sudah melaksanakan pengabdian. Tidak akan jauh dari masa masa tugasan, kalian akan dihadapkan dengan masyarakat luas." Ujar RKH. Hasbullah Muhammad, Lc. dalam sambutannya.

"Tampilkanlah Islam, keindahan Islam pada diri kalia. Banyak sekali orang Islam yang tidak tahu tentang Islam. Menjadi tugas kalian untuk menampilkan dan mengajarkan Islam yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Berprilaku seperti yang diajarkan guru guru kita. Bisa menarik masyarakat pergi ke masjid dan melakukan kebaikan. Perbanyak pula membaca dan tanamkan budaya membaca pada peserta didik kalian. Bantulah masyarakat sesuai target yang telah ditentukan. Perlu diingat pula bahwa masyarakat masih banyak yang awam, dari sini kalian harus bisa menyesuaikan diri. Jangan berbicara menggunakan bahasa akademik, bahasa Arab atau Inggris meskipun kalian mahir dalam hal itu, karena masyarakat tidak akan mengerti. Tampilkan kebaikan sehingga masyarakat bisa tertarik kepada STIBA dengan apa yang kalian tampilkan. Ajarkan pula bahwa bahasa Arab itu indah dan mudah dipelajari." Lanjut beliau

Dua hari sebelum dilepasnya peserta KPM (9/10) pengelola STIBA bagian LP2M adakan pembekalan untuk peserta yang diisi oleh Waka bid. Madrasiyah, Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag. dan Waka 1 STIBA Dr. Abdul Mukit, M.Pd.I.

Tulisan Terbaru
Tulisan Populer
Tulisan Terbaca